Pengetahuan Tentang Islam

Kamis, 05 Oktober 2017

Heboh..!!!,Benarkah Yesus itu TUHAN....???


USTADZ AHMED DEEDAT MENOLAK ARGUMEN DR. ANIS SHOROSH

Kita mulai dengan ayat ke sembilan, dari pasal ke empat belas, dari Injil Yohanes yang digunakan saudara Dr. Anis Shorosh sebagai argumen, Yesus berkata kepada Filipus:

“Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa”. (Yohanes 14: 9).



Orang-orang Kristen menyimpulkan dari ayat ini bahwa Yesus adalah Bapa, akan tetapi jika kita melihat kepada ayat sebelumnya, dalam alur ceritanya sekali lagi, kita perhatikan dari awal pasal terdapat kesalah pahaman dari murid-murid Yesus terhadap kata-kata Yesus. Pada ayat ke empat belas dan selanjutnya Yesus berkata kepada mereka:

(Yohanes 14: 4-5) “Dan kemana aku pergi kamu tahu jalan kesitu. Kata Tomas kepadanya: `Tuhan, kami tidak tahu kemana engkau pergi, jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”.



Mereka tidak mengerti apa yang dimaksud Yesus, ia bercerita tentang perjalanan spritual, sedangkan para murid memikirkan tentang letak geografis kota Dante, New Casde dan South Hamphton. Yesus bercerita tentang Tuhan dan cara menuju Tuhan, maka ia berkata:

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku.” (Yohanes 14: 6).



Hal ini terlalu besar untuk dapat ditangkap oleh pemahaman mereka, oleh sebab itu Filipus berkata kepadanya: “Tuhan tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami”. Mereka ingin melihat Tuhan secara nyata, Yesus menjawab: “Telah sekian lama aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?”.

Artinya engkau adalah bangsa Yahudi, dengan sifat ini, semestinya engkau tidak meminta permintaan seperti ini, tidak ada manusia yang melihat Tuhan dan masih hidup, engkau telah menemani aku selama tiga tahun dan belum mengerti risalahku, engkau ingin melihat Tuhan dengan mata kepalamu sedangkan engkau tidak mampu melihat matahari. “Siapa yang melihat Aku sungguh ia telah melihat Bapa”, artinya, jika kamu memahami aku, maka kamu memahami Allah, inilah yang dikatakannya selalu, mereka tidak melihat dengan penglihatan dan mendengar dengan pendengaran, mereka juga tidak mengerti. Melihat bukan berarti melihat dengan mata kepala, akan tetapi maksudnya adalah memahami, maksudnya adalah: Jika kami memahami siapa aku maka kamu akan memahami Allah!

(Suara riuh dan tepuk tangan dari hadirin).



Jadi, Yesus tidak menyatakan diri bahwa ia adalah Bapa, saya ingin tahu siapakah di antara anda yang mendengar ayat ini?

“Sebab ada tiga yang memberi ketaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.” (Surat Yohaner pertama 5: 7).



Apakah anda membaca ayat ini di dalam Bible?! DR Anis Shorosh menjawab, “Ya, ini adalah frrman dan merupakan teks ayat ke tujuh dari pasal ke lima dari Surat Yohanes Yang Pertama”.



(Tepuk tangan dan suara riuh dari para hadirin)



Ayat ini terdapat dalam teks Bible yang diakui oleh gereja Katolik, demikian juga dalam teks Bible yang diakui oleh gereja Protestan, yang telah diizinkan penyebarannya oleh King James I, akan tetapi ayat ini dihapus dari cetakan yang telah direvisi terhadap teks milik King James I dan dianggap sebagai teks yang disusupkan. 21

Demikian juga seluruh terjemahan Bible modern masih mengandung teks ini. Yang menghapusnya bukanlah ulama umat Islam, bukan ilmuwan Yahudi dan bukan pula orang-orang Hindu, akan tetapi tiga puluh dua orang ilmuwan yang merupakan ilmuwan terkemuka Kristen yang berasal dari lima puluh sekte bekerja sama untuk menterjemahkan teks yang telah direvisi. Demikian juga dalam masalah naiknya Yesus ke langit, hal ini tidak disebutkan kecuali hanya terdapat pada dua tempat dari Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Markus berkata: “Terangkatlah ia ke sorga”. (Markus 16: 19)22 Lukas berkata: “Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga”. (Lukas 24: 5 1).

Saudara Shorosh berargumentasi menggunakan satu ayat dari Kisah Para Rasul, akan tetapi kedua ayat ini juga dihapus dalam teks revisi karena dianggap sebagai kalimat-kalimat yang disusupkan.

(Tepuk tangan dan teriakkan “Allahu Akbar”).



Saudara Shorosh mengatakan bahwa kata “Aab” (Bapa) tidak terdapat dalam Al-Qur’an. Memang Allah SWT: memiliki 99 nama, akan tetapi kata “Aab” (Bapa) tidak terdapat di dalamnya, walaupun pengucapan kata “Aab” dalam bahasa Arab jauh lebih mudah daripada pengucapan kata “Rabb” (Tuhan), mengapa hal itu terjadi? Untuk menghindari pemikiran yang keliru tersebut. Jutaan manusia yang ada di permukaan bumi ini memahami kata “Aab” dengan pemahaman harfiah, bahwa “Aab” (Bapa) langit ini memiliki seorang anak, hasil dari proses kehidupan yang masuk dalam ruang lingkup hubungan intim, hal itu merupakan insting makhluk hidup yang ada di dunia, oleh sebab itu kata “Aab” tidak terdapat sama sekali di dalam Al-Qur’an.

(Tepuk tangan hangat)



Saudara Shorosh menyebutkan dalam bukunya bahwa anaknya berkata kepadanya setelah mengeluarkan air dari kamar mandi dan mengosongkan air yang ada di dalam bak. Sekarang ia mengetahui bagaimana turunnya hujan. Ayahnya bertanya: “Bagaimana hal itu terjadi?”

Anak itu menjawab, “Ketika Yesus mandi di langit dan mengosongkan bak mandi maka hujanpun menenggelamkan bumi, terjadilah angin topan dan petir di permukaan bumi. Ketika anak tersebut mengatakan hal itu, ayahnya memeluk dan menciumnya!! Gambaran seperti ini melekat di dalam pikiran, lalu mereka mengkhayalkan “Aab” seperti itu, melakukan pekerjaan yang sama. Untuk mencegah penyamaan Tuhan dengan manusia, maka Al-Qur’an menghindari penggunaan setiap kata yang menyebabkan terlintasnya gambaran yang keliru di benak manusia. Jadi, kata “Aab” tidak terdapat dalam Al-Qur’an karena kata tersebut tidak sesuai dengan keagungan Tuhan yang memiliki seorang anak, atau seorang Bapa langit petualang cinta yang membunuh anaknya sebagai penebus dosa-dosa manusia. Kamulah yang telah melakukan dosa, ia tidak mampu untuk memperbaiki kesalahan kamu, lalu apa yang ia lakukan? Membunuh anaknya!! Itukah yang dinamakan cinta? Seorang laki-laki memasuki rumah anda untuk mencuri, membunuh istri anda, atau anak anda, memperkosa putri anda, sedangkan anda tidak mampu untuk melawannya, lantas apakah yang anda lakukan? Apakah anda akan membunuh anak laki-laki anda dan itu dinamakan dengan cinta? Ini adalah gambaran yang keliru untuk memahami keadilan dan etika, jika gambaran anda benar, maka tindakan anda juga benar.

Telah tiba masanya di Amerika suatu zaman, dimana 60% manusia di dalamnya melakukan hubungan seks pra nikah, akan tetapi kita membaca dalam buku saudara Shorosh yang diberi judul “Al­-Falisthini Al-Mutaharrir” (Palestina Merdeka), ia berjalan di jalan raya didampingi dua orang gadis di kiri dan kanannya, tindakannya ditolak oleh seorang ibu rumah tangga yang baik dan ia diajak ke rumahnya untuk merayakan cuti akhir pekan. Saudara Shorosh pergi ke rumah wanita yang baik tersebut untuk merayakan akhir pekan, namun ayah sang gadis menanti kedatangannya dengan senapan di tangan, saudara kita Shorosh segera beranjak mundur. Jika anda memperlihatkan prinsip-prinsip etika seperti gambaran ini, maka tidak aneh 60% dari rakyat Amerika menurut data statistik saat ini setuju dengan hubungan seks pra nikah!!

Dikatakan kepada kita bahwa Kristen bukanlah agama, Kristen adalah hubungan. Akan tetapi cobalah anda perhatikan apa yang dikatakan Yesus:

“Setiap orang yang memandang perempuan dan menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya”. (Matius 5: 28).



Saudara-saudara yang saya hormati, tuan dan nyonya sekalian dan moderator.

Tema ini luas sekali, kita dapat melanjutkan cerita ini hingga tidak terbatas. Akan tetapi saya menghormati peringatan moderator bahwa waktu saya telah habis. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada saudara­-saudara.

21. Kami lampirkan apa yang telah kami peroleh berkat karunia Allah SWT. Yang Maha Kuasa, berikut ini beberapa naskah dan beberapa terjemahan Bible yang bermacam ragam, kita akan melihat apa yang diisyaratkan terhadap pilar agama Kristen yang paling agung ini:

A. Terjemahan Bible berbahasa Arab:

(1) Naskah perjanjian baru (Katolik) cetakan Katolik 1986. Komentar yang terdapat setelah teks ini adalah: “Teks ini tidak terdapat dalam kitab asal yang berbahasa Yunani yang menjadi sumbernya, menurut pendapat yang paling kuat teks ini merupakan keterangan yang dimasukkan ke dalam teks asli pada sebagian naskah”, halaman: 943.

(2) Terjemahan (Protestan) berbunyi sama tahun 1989, teks berbunyi: “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus) dan ketiganya adalah satu.” Sebagaimana yang diketahui bahwa dua tanda kurung diletakkan di antara lafaz-lafaz yang merupakan bukan inti dari firman Tuhan, sama seperti kalimat­kalimat tambahan, maksudnya adalah apa yang terdapat dalam tanda kurung bukan teks asli.

B. Terjemahan berbahasa asing lainnya:

(1) Today’s English Version. Terdapat teks berbunyi: “There are Three Witnesser, The Spirit, The Water and The Blood..”

(2) The New Scofield Study Bible. Redaksi, penjelasannya dan komentarnya disusun oleh delapan orang pembesar ilmuwan theol­ogy, terdapat komentar terhadap teks ini:

(5-7) It is Generally agteed that this vetse has no ms. authority an has been inserted. (Para ilmuwan berkesimpulan bahwa teks ini pada umumnya tidak terdapat dalam manuskrip-manuskrip Yunani yang asli dengan alasan bahwa teks ini dimasukkan ke dalam teks aslinya”.

(3) R. S. V. Intemational Greek-English. Teksnya berbunyi: “And the spirit is the Witness, because the spirit is the Truth”. (Yang memberikan kesaksian adalah Roh Kudus, karena Roh Kudus adalah kebenaran).

(4) Le Sainte Bible. “Car il y en a Trois qui tendent temoignage..”

Para pembaca, di hadapan anda terdapat dua teks arab dan empat teks asing lainnya, tiga teks berbahasa Inggris dan satu teks berbahasa Yunani dan yang keempat berbahasa Prancis, coba bandingkan antara satu teks dengan teks lain agar anda mengetahui bahwa anda memiliki kitab teragung di permukaan bumi “Al-Qur’an”.

22. Pertama kami lampirkan apa yang terdapat dalam ayat kedua: “Naiklah ke langit”, dari teks berbahasa asing seperti berikut:

(1) The R S. V Greek-English.

51- While he blessed them, he parfed from them.(h) Other anciened outhurities add and was carriel up in to heaven. Komentar terhadap teks diberi huruf (h) (Beberapa referensi klasik lain ditambahkan teks “Dibawa ke langit”. Artinya teks tersebut dibuang dari ayat dalam petikan ini).

(2) The R. S. V. Oxford Bibles. Terdapat teks berbunyi: “While he blessed them, he parfed from them, and was Carried up in to heaven (a). Other anciend authorities amit “and was carried up in to heaven…”. Komentar diberi huruf (a). (Pada beberapa referensi klasik lain, kalimat “Dibawa ke langit” dibuang.)

Para pembaca yang budiman, di depan anda terdapat beberapa teks yang satu sama lain tidak saling sesuai. Teks-teks ini bercerita sendiri, tidak ada interfensi kita di dalamnya, wallahualam.

TANYA-JAWAB



Kata-kata moderator:

Kami ucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian saudara-saudara sekalian…, menurut hemat kami, sejak mengikuti debat ini, pertanyaan yang masuk kepada kami lebih dari dua ratus pertanyaan. Semua pertanyaan ini kami kumpulkan dalam satu kotak yang berada di belakang saya. Sebagian dari pertanyaan-pertanyaan ini ditulis dengan bahasa tertentu, saya akan rnencoba untuk memahaminya semampu saya, jika tidak mengerti saya akan menyerahkannya kepada mereka yang berpengalaman untuk membuka kunci-kuncinya dan menjawabnya. Saya akan berusaha semampu saya agar pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada kedua pembicara seimbang.

Pertanyaan pertama:  ditujukan kepada Ustadz Ahmed Deedat.



Mengapa Yesus mengizinkan Tomas bersimpuh di depannya memanggilnya dengan kata-kata, “Ya Tuhanku dan Allah-ku”?.

Jawab:

(Moderator: “Anda punya waktu dua menit untuk menjawab pertanyaan ini”).

Karena Tomas tidak berada di dalam ruangan ketika Yesus pergi ke sana pertama kali. Yesus telah menjelaskan kepada para muridnya bahwa ia adalah orang yang sama, orang yang makan makanan ikan bakar dan menyaksikan madu, para murid memberitahukan kepada Tomas bahwa guru bersama mereka sedang memakan makanan. Tomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangannya dan aku letakkan tanganku atau jari-jariku pada bekas paku-paku itu dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, aku tidak akan percaya”. Artinya ia tidak percaya bahwa Yesus masih hidup dengan tubuhnya. Andai mereka berkata kepadanya bahwa mereka melihat hantu Yesus atau hanya bayangannya, niscaya mereka percaya, karena manusia pada masa itu lebih siap untuk mempercayai hantu-hantu dan sebagainya. Ketika Yesus kembali untuk kedua kalinya ke kamar, Tomas bersama para murid, kali ini Yesus berkata kepadanya, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah”, ketika itu Tomas yang dikenal sebagai orang yang ragu itu mengetahui bahwa dirinya dungu. Semua murid menyaksikan bahwa Yesus hidup bersama mereka, makan ikan dan menyaksikan madu, namun ia tetap ingin meletakkan tangannya di samping Yesus, Yesus berkata kepadanya, “Kemarilah, lakukanlah apa yang engkau inginkan”. Saat itu ia tahu bahwa ia dungu, Tomas berkata dengan kagum, “Ya Tuhanku dan Allah-ku!”.23 Apakah saat itu Tomas memanggil Yesus karena Yesus pemelihara dan Tuhannya? Tidak, itu adalah ungkapan kekaguman.

Pertanyaan kedua: ditujukan kepada DR. Anis Shorosh.

Apakah Yesus menyembah Tuhan? Jika demikian, mengapa ia membutuhkan Tuhan yang sempurna, sebagaimana yang dikatakan orang-orang Kristen ia juga menyembah Tuhan, dan untuk siapa ia menyembah?

Jawab:

Saudara-saudara yang berbahagia, saya sangat gembira bisa bersama-sama anda. Sekali lagi dan untuk saudara Ahmed Deedat saya katakan bahwa saya sangat percaya kita akan diberikan kesempatan lain untuk ikut bersama dalam sebuah acara debat seperti ini, mungkin saya akan menyarankan tema yang lain, sebagaimana beliau mengusulkan tema kita malam ini.

Di antara kesulitan yang terlihat pada sebagian saudara-saudara adalah, saudara-saudara menganggap kecil Tuhan, sedangkan Tuhan itu maha besar, ia mungkin saja turun kepada anda dan berkata kepada anda, “Aku mencintai kamu”. Apakah anda bisa memahami hal itu? Cinta adalah kasih sayang!! Dengan bentuk kata ini ia datang dalam bentuk seorang manusia yang sempurna, tanpa pernah melakukan dosa sekalipun. Sebagai manusia yang sama seperti anda, ia juga beribadah kepada Bapa di langit, ingatlah apa yang dikatakan Yesus ketika ia berada di kayu salib, “Eli, Eli Lama Sabakhtani”, saya yakin bahwa anda mengetahui kalau Yesus tidak berbicara menggunakan bahasa Arab. Ia telah berkata dengan pelan, yang artinya adalah,

“Tuhanku, Tuhanku mengapa engkau meninggalkan aku”. Ketika Yesus mati, maka Allah tidak mati, yang mati adalah jasadnya, dia maha hidup sepanjang masa, harap anda mengingat hal ini!!

(Teriakan suara tinggi dari penanya karena Dr. Shorosh tidak menjawab pertanyaan secara langsung)



Moderator berkata kepada penanya, “Saya harap anda bisa diam, jika tidak, anda akan dikeluarkan dari ruangan. Jika seorang pembicara tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya, itu adalah suatu kekurangan dan lawan debat mendapat poin untuk itu.”

Pertanyaan ketiga: ditujukan untuk Ustadz Ahmed Deedat.

Dalam ayat disebutkan, “Aku dan Bapa adalah satu”, kata satu dalam bahasa Yunani bukan mudzakkar dan bukan pula mu’annats, maksudnya adalah satu menurut isi dan karakternya, bukan menurut tujuannya. Tuan Deedat, dapatkah anda memberikan komentar terhadap pertanyaan ini?

Jawab:

Satu dalam bahasa Yunani adalah “Hin”. Kata yang sama digunakan dalam pasal ke tujuh belas dalam Injil Yohanes:

“Aku di dalam mereka dan engkau di dalam aku supaya mereka sempurna menjadi satu”. (Yohanes 17: 23).



Apakah satu di sini artinya adalah bersatunya jasad­jasad Allah, Yesus dan para murid-murid, termasuk di dalamnya Tomas yang ragu dan Yudas Iskariot yang berkhianat? Tidak. Satu di sini adalah tujuannya, bukan menurut isi, atau kekuatan, atau pengetahuan secara keseluruhan dan kekuasaan secara keseluruhan.

Tentang Adam dan Hawa, dikatakan di dalam Bible: “Mereka berdua satu tubuh”. Kata satu yang dipakai dalam bahasa Yunani di sini juga “Hin”, maka satu di sini adalah menurut tujuannya, bukan isinya.

Pertanyaan keempat: ditujukan kepada DR. Anis Shorosh.

Apakah maksudnya ketika anda mengatakan, “Yesus adalah anak Allah”?.

Dengan segala hormat saya kepada Dr. Shorosh, apakah Yesus benar-benar anak Tuhan, sebagaimana saya anak ayah saya, atau ada maksud lain?, mohon anda jelaskan kepada kami.

Jawab:

Harap anda ingat bahwa anak Tuhan adalah gelar spritual, Tuhan tidak menikah sama sekali, Allah adalah Tuhan Trinitas. Saya ingin memperingatkan anda, ketika anda mengatakan Bismillahirrahmanirrahim, maka kita melihat adanya Trinitas, sebanyak 113 kali dalam Al-­Qur’an persis seperti kami mengatakan atas nama Bapa, anak Tuhan dan Roh Kudus. Kita harus mengasihi sesama kita dan menyerahkan hakikat eksistensi Tuhan di dalam Mesias vang telah datang untuk berbaikan dengan anda, terima kasih.

Pertanyaan kelima: Pertanyaan selanjutnya ditujukan kepada Ustadz Ahmed Deedat.

Dapatkah anda menjelaskan kepada kami bagaimana Allah membebaskan dunia jika ia tidak berwujud dalam wujud Yesus sebagaimana yang disebutkan dalam perjanjian baru?

Jawab:

Apakah saya harus mengkoreksi kekeliruan yang dilakukan saudara Shorosh berkaitan dengan Bismillahirrahmanirrahim. Kalimat ini artinya Allah adalah Esa, Dialah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah memiliki 99 nama, akan tetapi Ia bukan 99 Tuhan, tidak pula Dia tiga Tuhan dalam Tuhan yang satu, sedangkan bentuk kata yang digunakan dalam agama Kristen mengakui adanya tiga Tuhan.

(Tepuk tangan hangat dari para hadirin)



Sekarang ke pertanyaan yang sedang kita bahas, bagaimanakah Allah membebaskan alam? Hanya ada satu cara saja, yaitu iman kepada Allah SWT dan beramal saleh, inilah yang dikatakan Yesus:

“Maka aku berkata kepadamu: jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli Taurat dan orang-orang Parisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga”. (Matius 5: 20).



Artinya, jika kamu tidak sebaik Yahudi, maka kamu tidak akan masuk surga, inilah satu-satunya jalan menuju pembebasan.

Kata-kata moderator:

Ustadz Ahmed Deedat telah menutup dengan ungkapan yang sangat positif. Saya minta DR. Anis Shorosh untuk melakukan hal yang sama dengan ringkas, terima kasih.

Ucapan DR. Anis Shorosh.

Sekali lagi saya ingatkan kepada saudara-saudara bahwa Yesus tidak pernah berdusta sama sekali, ia berkata:

14. “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga anak manusia harus ditinggikan. 15. Supaya setiap orang yang percaya kepadanya beroleh hidup yang kekal. 16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan anaknya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadanya telah binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17. Sebab Allah mengutus anaknya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan menyelamatkannya oleh dia.” (Yohanes 3: 14-17).



Ketika Ibrahim mencoba untuk mengorbankan putranya, Tuhan berkata kepadanya, “Jangan lakukan, karena aku akan berkorban untukmu”. Alhamdulillah kita pada malam ini mampu untuk memperlihatkan hakikat bahwa Allah adalah Bapa, anak Tuhan dan Roh Kudus, satu dalam tiga dan tiga dalam satu. Itu merupakan rahasia yang saya dan saudara-saudara tidak mampu untuk mengetahuinya, namun kita dapat menerimanya.

Moderator:

“Diharapkan untuk tenang, sekitar seribu sampai dua ribu orang tidak dapat menghadiri debat pada malam ini setelah mereka ditolak polisi dengan paksa, menurut informasi dari pemerintah, melihat tidak adanya tempat.

Ketika saya mendengar akan diadakannya debat ini, tidak pernah terlintas di benak saya bahwa debat ini dapat berlangsung antara seorang Kristen dengan seorang Muslim. Saya minta anda mengucapkan banyak terima kasih kepada kedua pembicara, terima kasih dan selamat malam”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar